<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WFH - GoBlog</title>
	<atom:link href="https://blog.goreinnamah.com/blog/tag/wfh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://blog.goreinnamah.com</link>
	<description>LOG ALL LOGS</description>
	<lastBuildDate>Thu, 23 Apr 2020 14:05:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2017/01/cropped-1-150x150.jpg</url>
	<title>WFH - GoBlog</title>
	<link>https://blog.goreinnamah.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Masalah yang Kerap Muncul ketika WFH di Tengah Pandemi Corona</title>
		<link>https://blog.goreinnamah.com/blog/2020/04/23/wfh-dan-corona/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Darius Go Reinnamah]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2020 08:51:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah saat Work From Home]]></category>
		<category><![CDATA[Masalah Work From Home]]></category>
		<category><![CDATA[Pandemi Corona]]></category>
		<category><![CDATA[WFH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.goreinnamah.com/?p=4684</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sejak Corona Virus dinyatakan sebagai sebuah pandemi, sejak itu pula kantor saya menetapkan metode WFH (Work From Home). Jadi kalau[...]</p>
<p>The post <a href="https://blog.goreinnamah.com/blog/2020/04/23/wfh-dan-corona/">Masalah yang Kerap Muncul ketika WFH di Tengah Pandemi Corona</a> first appeared on <a href="https://blog.goreinnamah.com">GoBlog</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sejak Corona Virus dinyatakan sebagai sebuah pandemi, sejak itu pula kantor saya menetapkan metode WFH <em>(Work From Home)</em>. Jadi kalau dihitung, (saat tulisan ini dirilis) ini merupakan bulan kedua dimana saya melakukan WFH<em>. </em></p>
<p style="text-align: justify;">Jujur, WFH ini merupakan suatu yang baru untuk saya sebagai buruh korporat yang terbiasa pergi ke kantor. Jika biasanya saya selalu menyelesaikan pekerjaan di kantor (hingga malam) dan tak akan membawanya ke rumah, kali ini semua pekerjaan saya selesaikan di rumah.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang baru ini pastinya membawa masalah yang baru. Tidak ada sesuatu yang berjalan mulus di awal. Segala sesuatunya perlu penyesuaian. Berikut ini beberapa masalah yang kerap saya (dan mungkin juga kamu) hadapi saat melakukan WFH di tengah pandemi Corona:</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Internet mati</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">WFH membuat orang-orang yang tidak pernah merasakan LDR <em>(Long Distance Relationship) </em>menjadi sedikit tahu bagaimana rasanya menjadi mereka yang menjalin hubungan jarak jauh. Sama seperti layaknya pasangan LDR, di mana pelakunya terpisah jarak dan tidak bisa bertemu secara langsung, koneksi internet menjadi <em>koentji (</em>dibaca: kunci) dan ujung tombak untuk saling bertatap muka, berkomunikasi, dan berkoordinasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua rapat yang tadinya dilakukan di hotel dengan menu makan siang yang beragam dan cemilan yang tak pernah putus, digantikan dengan rapat virtual yang menggunakan aplikasi seperti Zoom, Google Meet, Jitsi, dan semacamnya. Ketika internet mati, <em>ambyar </em>sudah semuanya.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong><em>Baca Juga: <a href="https://blog.goreinnamah.com/blog/2020/04/13/wfh/">Mengatasi Kebosanan saat Work From Home</a></em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Kita tidak bisa berkoordinasi, tidak tahu apa yang dibicarakan dalam <em>virtual</em> <em>meeting</em>, tidak bisa melakukan interupsi untuk menyatakan ketidaksetujuan atau menanyakan suatu ketidakjelasan, dan (mungkin) hanya bisa menerima <em>summary </em>dari rapat virtual tersebut, dll. Parahnya lagi untuk para pekerja IT, mereka mungkin tidak bisa bekerja tanpa adanya koneksi internet.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika sudah seperti ini, tidak ada yang bisa kalian lakukan selain mengutuk penyedia jasa layanan internet yang kalian gunakan. WFH memang membuat penggunaan <em>bandwith </em>internet melonjak dan ini yang biasanya digunakan sebagai alasan oleh para <em>internet provider. </em>Hal ini seharusnya sudah diperhitungkan. Meskipun internet sering mati, anehnya tagihan bulanan yang masuk tetap sama. <em>*Hei SecondMedia, saya menuntut kompensasi*</em></p>
<p style="text-align: justify;">Namun percayalah bahwa koneksi internet mati masih lebih baik dibanding koneksi yang <em>ngadat</em> (kadang tersambung, kadang putus). Lebih baik tidak bisa <em>join virtual meeting </em>sama sekali ketimbang bisa bergabung tapi mendengar informasi yang terputus-putus. Kalau dalam hubungan, salah menangkap informasi saat menjalin komunikasi biasanya menjadi awal dari konflik antara 2 hati.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Tangisan dan Teriakan Anak</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ada yang bernasib sama dengan saya pada bagian ini. Jadi banyak sekali rekan kerja saya yang merupakan orang tua baru dan memiliki anak berusia dari 0-8 tahun. Anak-anak usia ini belum mengerti konsep WFH dan menganggap ketika orang tuanya di rumah ya berarti orang tuanya sedang libur dan waktunya penuh untuk mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Seringkali banyak tingkah mereka yang tak terprediksi muncul ketika melakukan <em>virtual meeting </em>di pagi hari, seperti contohnya tiba-tiba saja wajah anak-anak ini muncul di depan kamera dan menutupi wajah orang tua mereka. Kalau itu yang terjadi sih masih lucu ya. Namun bayangkan ketika mereka menangis atau berteriak secara tiba-tiba dengan suara mereka yang tak pernah pelan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya pernah punya pengalaman dimana akhirnya saya yang harusnya meninggalkan <em>meeting </em>karena sudah tidak tahan mendengar tangisan anak-anak yang menjadi <em>backing vocal. </em>Rapat tentu saja menjadi terganggu dan saya pun tidak bisa menyalahkan anak tersebut. Saya menganggapnya sebagai warna baru dalam melakukan WFH.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika koneksi internet sudah lancar dan bisa berkoordinasi bersama anggota tim yang lain lewat sebuah aplikasi guna menyelesaikan pekerjaan, ada aja ya gangguan lainnya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Kasur yang Menggoda</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Pernah ingin melakukan sesuatu tapi lingkungan tidak mendukung kalian untuk melakukan kegiatan tersebut? Saya pernah. Salah satu yang paling mudah adalah tidur saat jam kerja di kantor. Menurut saya ini bukanlah suatu masalah dan mengantuk itu hal yang manusiawi sekali. Selama kalian bisa menyelesaikan pekerjaan yang diberikan, ya silakan tertidur di waktu yang senggang.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun hidup kan tidak se-<em>simple </em>itu. Banyak mulut julid dari teman-teman kantor yang tidak boleh diberikan bahan dan juga perasaan atasan, yang menganggap anak buahnya itu robot, yang harus dijaga (padahal mereka juga suka tertidur di ruang kerjanya).</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong><em>Baca Juga: <a href="https://blog.goreinnamah.com/blog/2019/05/10/indonesia-lewat-uang-kertas/">Mengenal Indonesia Lebih Dalam Lewat Uang Kertas</a></em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Nah, saat WFH ini kalian bisa tidur kapanpun kalian mau, bahkan tidurnya di kasur kesayangan kalian. Berapa banyak dari kalian yang bahkan bisa bekerja di atas kasur kesayangan kalian? Seringkali kasur ini menjadi batu sandungan. Awalnya ingin bekerja, tapi karena bisikan kasur yang lembut, pekerjaan jadi nomor dua dan rebahan yang berakhir dengan ketiduran menjadi pilihan utama.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Netflix</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Kantor tempat kalian bekerja pasti internetnya dibatasi sehingga kalian tidak bisa mengakses <a href="https://www.netflix.com/">Netflix</a> dari koneksi kantor.  Hal itu seringkali membuat kalian nonton netflix melalui layar hp yang kecil. Percaya deh, bekerja di depan laptop sambil mencuri waktu untuk nonton netflix di hp dengan layar kecil yang kalian letakkan di depan monitor itu <em>nggak </em>enak. Pikiran kalian akan terpecah untuk lebih fokus ke salah satunya, antara pekerjaan atau filmnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat WFH, Netflix ini memang menjadi salah satu godaan terbesar, apalagi kalau nontonnya di TV dengan layar besar yang kalian hubungkan ke laptop melalui kabel HDMI. Awalnya sih terucap dalam hati dengan teguh, &#8220;Okay, selesai1 episode langsung lanjut kerja.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kok setelah satu episode ternyata filmnya bagus ya. Mulai ada pikiran &#8220;1 episode lagi deh&#8221;. Berawal dari 1 episode, lalu menjadi 1 season, dan secara tak sadar habis sudah 1 season Itaweon Class, 1 season Kingdom, 1 season Money Heist, dan film-film lainnya yang disediakan oleh platform tersebut, ditambah lagi nontonnya di atas kasur dan berakhir dengan ketiduran. Duh, nikmat mana lagi yang kalian dustakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat bangun, yang ada hanyalah penyesalan, sebuah penyesalan untuk hari itu saja karena kejadian yang sama terulang kembali keesokan paginya <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Sulit Makan</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Manajemen yang buruk dari unit kerja saya pernah membuat hari saya dipenuhi oleh <em>virtual meeting</em>. Selesai <em>virtual </em><em>meeting </em>yang pertama langsung berlanjut ke <em>meeting </em>kedua, dan begitu terus sampai <em>meeting </em>yang keempat. Satu <em>meeting </em>bisa berdurasi hingga 2 jam. Bayangkan <em>virtual meeting </em>hingga 8 jam. Apa <em>nggak </em>muak?</p>
<p style="text-align: justify;">Gara-gara itu, saya sampai tidak sarapan dan makan siang, sebab makan membuat tidak fokus dalam mengikuti <em>meeting. </em>Coba saja kejadian seperti ini berlangsung selama 4 hari berturut-turut, mungkin saya bisa berakhir di rumah sakit dengan diagnosa tukak lambung.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Kebanyakan Virtual Meeting dan Chatting</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari, usai melakukan <em>virtual meeting, </em>saya memutuskan untuk mengerjakan apa yang sudah ditetapkan menjadi bagian saya. Hp kemudian saya singkirkan. Saya juga tidak membuka WhatsApp atau Telegram di desktop dan fokus mengerjakan tugas saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampai kira-kira memasuki jam makan siang, saya pun meninggalkan kursi dan laptop saya lalu mengambil hp saya. Kalian tahu berapa notifikasi di grup WhatsApp untuk koordinasi setelah <em>virtual meeting </em>itu? Ada 800.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini yang suka saya pertanyakan dari metode WFH dimana hari-hari hanya dipenuhi <em>virtual meeting </em>dan juga koordinasi lewat <em>chatting </em>di grup WhatsApp atau Telegram. Lalu kerjanya kapan?</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Bisa Kerja 24 jam</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Sebagian atasan yang brengsek mengartikan WFH sebagai momen dimana mereka bisa menyuruh bawahannya untuk bekerja selama 24 jam (sedangkan ia asyik tidur-tiduran di rumah). Jadi bahasa kasarnya, &#8216;kapanpun gue kontak, lo harus siap&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">Punya atasan yang seperti ini? Selamat. Doakan saja nanti kuburnya meledak dan petinya menghilang bersama <em>deadline</em> atau pekerjaan yang ia berikan tidak pada waktunya. Saya sih tidak masalah untuk bekerja di malam hari, tapi ya <em>nggak </em>ditelpon atau di-<em>chat</em> jam 01.00 WIB juga karena atasan saya tiba-tiba ingat ada pesan yang lupa ia sampaikan untuk saya kerjakan.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Game</strong></h3>
<p style="text-align: justify;">Buat para lelaki kantoran dengan Nintendo Wii atau PS4 yang tidak bisa dibawa ke kantor, WFH merupakan angin segar. Bagaimana tidak, setiap kali pulang kantor mainan tersebutlah yang menjadi pelepas penatnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Nah, selama WFH ini, mainan tersebut ada di sebelah mereka. Jika tidak bisa mengontrol diri, bisa-bisa pekerjaan terlupakan dan malah fokus menamatkan satu permainan. Cobaan para <em>gamers </em>ini mirip dengan pecinta film dengan Netflix-nya. Yang bahaya dari WFH itu kalau sudah suka main <em>game </em>dan suka nonton juga. Kalau tidak bisa membagi waktu, kelar deh hidup lo <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>*****</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Itu tadi beberapa masalah yang kerap muncul saat WFH. Kalau kalian sendiri, masalah apa nih yang sering muncul saat kerja dari rumah?</p><p>The post <a href="https://blog.goreinnamah.com/blog/2020/04/23/wfh-dan-corona/">Masalah yang Kerap Muncul ketika WFH di Tengah Pandemi Corona</a> first appeared on <a href="https://blog.goreinnamah.com">GoBlog</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengatasi Kebosanan saat Melakukan WFH</title>
		<link>https://blog.goreinnamah.com/blog/2020/04/13/wfh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Darius Go Reinnamah]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2020 10:41:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Celoteh]]></category>
		<category><![CDATA[Covid 19]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja dari Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[WFH]]></category>
		<category><![CDATA[Work From Home]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://blog.goreinnamah.com/?p=4561</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ayo, sudah berapa lama kalian menjalankan WFH (Work From Home) sejak pandemi COVID-19 ini menyerang? Kalau saya sudah genap 1 bulan (ketika[...]</p>
<p>The post <a href="https://blog.goreinnamah.com/blog/2020/04/13/wfh/">Mengatasi Kebosanan saat Melakukan WFH</a> first appeared on <a href="https://blog.goreinnamah.com">GoBlog</a>.</p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em>Ayo</em>, sudah berapa lama kalian menjalankan WFH <em>(Work From Home) </em>sejak pandemi COVID-19 ini menyerang? Kalau saya sudah genap 1 bulan (ketika tulisan ini dirilis) dan masih belum tahu berapa lama lagi metode bekerja seperti ini akan terus dilakukan. Lalu apakah kalian sudah mulai bosan? Sudah mulai gila? Sudah mulai gemuk? Sudah mulai bulat? Sudah mulai rindu dengan meja kantor?</p>
<p style="text-align: justify;">Jujur, saya pun sudah kangen untuk pergi ke kantor dan bertemu fisik dengan rekan-rekan kerja saya. Namun sejauh ini saya cukup bersyukur dan senang dengan WFH ini. Kenapa? Karena saya bisa mengatur ritme kegiatan sehari-hari menjadi lebih teratur. Masih banyak lho yang tidak bisa WFH dan harus tetap masuk ke kantor.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li><strong><em>Baca Juga: <a href="https://blog.goreinnamah.com/blog/2019/05/10/indonesia-lewat-uang-kertas/">Mengenal Indonesia Lebih Dekat Lewat Uang Kertas</a></em></strong></li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Bohong kalau saya bilang saya tidak bosan &#8216;di rumah&#8217;. Kebosanan itu pasti datang dan menyerang. Namun kalian juga punya pilihan lho untuk mengusir kebosanan itu dari kehidupan kalian saat WFH. Ada banyak kegiatan yang bisa kalian lakukan guna mengusir kebosanan itu. Berikut ini beberapa kegiatan yang saya lakukan agar terhindar dari kebosanan saat WFH.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Netflix</strong></h3>
<figure id="attachment_4608" aria-describedby="caption-attachment-4608" style="width: 960px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4608" src="https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/13.jpg" alt="" width="960" height="960" srcset="https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/13.jpg 960w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/13-300x300.jpg 300w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/13-150x150.jpg 150w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/13-768x768.jpg 768w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-4608" class="wp-caption-text">Contoh series di Netflix yang saya tonton</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Sudah mendengar guyonan yang mengatakan bahwa &#8216;Kaum Rebahan&#8217; bisa menyelamatkan dunia di saat seperti ini? Guyonan itu terkesan klise tapi begitulah realitanya. Dengan hanya rebahan alias #diRumahAja, kalian sudah membantu pemerintah dan dunia untuk mengurangi penyebaran COVID-19 ini. Kapan lagi bisa membantu dunia dengan hanya rebahan di rumah, kan?</p>
<p style="text-align: justify;">Namun rebahan saja setiap dan sepanjang hari pun pasti bosan. Rebahan akan lebih  nikmat bila dilakukan sambil nonton film-film bagus yang ada di Netflix, apalagi kalau sambil ditemani cemilan. Ya, disela-sela pekerjaan yang saya lakukan di rumah, saya pun masih sempat nonton beberapa <em>movies</em> atau <em>series </em>yang ada di netflix. Sumpah, banyak banget pilihan film bagus yang disajikan oleh media <em>streaming </em>digital yang satu itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya sih kalian bisa juga nonton tayangan yang disajikan oleh stasiun TV lokal. Namun seperti yang kalian tahu, tayangan di TV lokal itu rata-rata kurang berkualitas. Kalau bisa memilih yang lebih bagus, kenapa harus memilih tayangan yang kurang bermutu, kan?</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Tidur Siang</strong></h3>
<figure id="attachment_4613" aria-describedby="caption-attachment-4613" style="width: 1024px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4613" src="https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/9-1.jpg" alt="" width="1024" height="1024" srcset="https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/9-1.jpg 1024w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/9-1-300x300.jpg 300w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/9-1-150x150.jpg 150w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/9-1-768x768.jpg 768w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-4613" class="wp-caption-text">Nikmatnya tidur siang.<br />Pic via Meme &amp; Rage Comic Indonesia</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Sejak menjadi budak korporat, tidur siang (dalam rentan waktu yang cukup lama) merupakan hal yang mahal harganya. Namun sejak WFH ini, saya jadi bisa mengatur waktu untuk tidur siang. Tidur siang yang saya lakukan pun cukup berkualitas, bukan hanya sekadar <em>power nap.</em></p>
<p style="text-align: justify;">Ya, memang tidak setiap hari sih saya bisa tidur siang. Terkadang ada <em>online </em>meeting yang harus dilakukan di siang hari. Namun saya bersyukur karena punya atasan yang agak santai dan pekerjaan yang bisa dikerjakan di malam hari sehingga saya bisa tidur siang. Bisa mendapatkan tidur siang 3 dari 5 hari WFH itu patut disyukuri lho.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Baca Buku</strong></h3>
<figure id="attachment_4611" aria-describedby="caption-attachment-4611" style="width: 1152px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4611" src="https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/14.jpg" alt="" width="1152" height="656" srcset="https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/14.jpg 1152w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/14-300x171.jpg 300w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/14-1024x583.jpg 1024w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/14-768x437.jpg 768w" sizes="(max-width: 1152px) 100vw, 1152px" /><figcaption id="caption-attachment-4611" class="wp-caption-text">Beberapa buku yang menemani saya selama WFH</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Saya merupakan penyuka <em>traveling. </em>Bila wabah ini tidak sedang menyerang, mungkin saya sudah mengambil cuti dan pergi entah kemana. Sayangnya semua rencana jalan-jalan itu harus gugur.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas bagaimana saya mengatasi rindu saya dengan <em>traveling</em>? Caranya adalah dengan membaca buku. Pernah dengar istilah &#8216;buku itu jendela dunia&#8217;, kan? Nah, dengan membaca buku ini, saya bisa bisa jalan-jalan meskipun tetap di rumah. Bahkan hebatnya lagi, lewat membaca buku ini saya bisa jalan-jalan ke masa lalu, melihat bagaimana ketika Raffles mengunjungi Keraton di Jogja tahun 1813, nostalgia mengenai kesuksesan Perancis menjuarai Piala Dunia 1998 dibawah kepemimpinan Aimé Étienne Jacquet, dan banyak perisitiwa lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Buku yang dibaca tidak perlu buku baru kok, buku bekas dan pinjaman pun bisa. Bila sedang membaca buku, saya seperti berada di dunia lain yang memberi ketenangan dan membuat saya terhindar dari kebosanan.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Menulis (<em>Blogging</em>)</strong></h3>
<figure id="attachment_4612" aria-describedby="caption-attachment-4612" style="width: 960px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4612" src="https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/17.jpg" alt="" width="960" height="960" srcset="https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/17.jpg 960w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/17-300x300.jpg 300w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/17-150x150.jpg 150w, https://blog.goreinnamah.com/wp-content/uploads/2020/04/17-768x768.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 960px) 100vw, 960px" /><figcaption id="caption-attachment-4612" class="wp-caption-text">tulisan saya mengenai traveling yang bisa kalian baca di dailyvoyagers.com</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Saya bersyukur sekali mulai menyukai dunia <em><a href="https://dailyvoyagers.com">blogging</a> </em>sejak 5 tahun yang lalu. Hobi baru tersebut bisa menjadi pilihan jitu mengatasi kebosanan di saat seperti ini. Bila sedang <em>capek </em>nonton, terlalu malas untuk membaca buku, badan segar karena sudah tidur siang dan pekerjaan juga sudah selesai, <em>blogging </em>ini bisa menjadi pilihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan <em>nge-blog, </em>saya bisa menceritakan kembali peristiwa-peristiwa yang saya alami. Dari sana saya juga diajak untuk bersyukur dan membagikan informasi yang mungkin bisa berguna dari kegiatan yang saya lakukan, entah itu <em>traveling, </em><em>ngoprek server, </em>atau bahkan kegiatan receh lainnya. Bisa berguna untuk orang lain melalui tulisan itu SESUATU lho.</p>
<p style="text-align: justify;">Hampir sama seperti membaca. Ketika mulai mengumpulkan ide, menyalakan laptop, dan mulai menulis, saya seperti berteleportasi ke dunia lain, dunia pribadi yang isinya hanya saya saja, tanpa ada orang yang bisa mengganggu saya.</p>
<h3 style="text-align: justify;"><strong>Olahraga</strong></h3>
<div class="sbi-embed-wrap">
<blockquote class="instagram-media sbi-embed" data-instgrm-captioned data-instgrm-permalink="https://www.instagram.com/p/B-qUwekHTln/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" data-instgrm-version="13" style=" background:#FFF; border:0; border-radius:3px; box-shadow:0 0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5),0 1px 10px 0 rgba(0,0,0,0.15); margin: 1px; max-width:658px; min-width:326px; padding:0; width:99.375%; width:-webkit-calc(100% - 2px); width:calc(100% - 2px);">
<div style="padding:16px;"> <a href="https://www.instagram.com/p/B-qUwekHTln/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" background:#FFFFFF; line-height:0; padding:0 0; text-align:center; text-decoration:none; width:100%;" target="_blank"> </p>
<div style=" display: flex; flex-direction: row; align-items: center;">
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 40px; margin-right: 14px; width: 40px;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 100px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 60px;"></div>
</div>
</div>
<div style="padding: 19% 0;"></div>
<div style="display:block; height:50px; margin:0 auto 12px; width:50px;"><svg width="50px" height="50px" viewBox="0 0 60 60" version="1.1" xmlns="https://www.w3.org/2000/svg" xmlns:xlink="https://www.w3.org/1999/xlink"><g stroke="none" stroke-width="1" fill="none" fill-rule="evenodd"><g transform="translate(-511.000000, -20.000000)" fill="#000000"><g><path d="M556.869,30.41 C554.814,30.41 553.148,32.076 553.148,34.131 C553.148,36.186 554.814,37.852 556.869,37.852 C558.924,37.852 560.59,36.186 560.59,34.131 C560.59,32.076 558.924,30.41 556.869,30.41 M541,60.657 C535.114,60.657 530.342,55.887 530.342,50 C530.342,44.114 535.114,39.342 541,39.342 C546.887,39.342 551.658,44.114 551.658,50 C551.658,55.887 546.887,60.657 541,60.657 M541,33.886 C532.1,33.886 524.886,41.1 524.886,50 C524.886,58.899 532.1,66.113 541,66.113 C549.9,66.113 557.115,58.899 557.115,50 C557.115,41.1 549.9,33.886 541,33.886 M565.378,62.101 C565.244,65.022 564.756,66.606 564.346,67.663 C563.803,69.06 563.154,70.057 562.106,71.106 C561.058,72.155 560.06,72.803 558.662,73.347 C557.607,73.757 556.021,74.244 553.102,74.378 C549.944,74.521 548.997,74.552 541,74.552 C533.003,74.552 532.056,74.521 528.898,74.378 C525.979,74.244 524.393,73.757 523.338,73.347 C521.94,72.803 520.942,72.155 519.894,71.106 C518.846,70.057 518.197,69.06 517.654,67.663 C517.244,66.606 516.755,65.022 516.623,62.101 C516.479,58.943 516.448,57.996 516.448,50 C516.448,42.003 516.479,41.056 516.623,37.899 C516.755,34.978 517.244,33.391 517.654,32.338 C518.197,30.938 518.846,29.942 519.894,28.894 C520.942,27.846 521.94,27.196 523.338,26.654 C524.393,26.244 525.979,25.756 528.898,25.623 C532.057,25.479 533.004,25.448 541,25.448 C548.997,25.448 549.943,25.479 553.102,25.623 C556.021,25.756 557.607,26.244 558.662,26.654 C560.06,27.196 561.058,27.846 562.106,28.894 C563.154,29.942 563.803,30.938 564.346,32.338 C564.756,33.391 565.244,34.978 565.378,37.899 C565.522,41.056 565.552,42.003 565.552,50 C565.552,57.996 565.522,58.943 565.378,62.101 M570.82,37.631 C570.674,34.438 570.167,32.258 569.425,30.349 C568.659,28.377 567.633,26.702 565.965,25.035 C564.297,23.368 562.623,22.342 560.652,21.575 C558.743,20.834 556.562,20.326 553.369,20.18 C550.169,20.033 549.148,20 541,20 C532.853,20 531.831,20.033 528.631,20.18 C525.438,20.326 523.257,20.834 521.349,21.575 C519.376,22.342 517.703,23.368 516.035,25.035 C514.368,26.702 513.342,28.377 512.574,30.349 C511.834,32.258 511.326,34.438 511.181,37.631 C511.035,40.831 511,41.851 511,50 C511,58.147 511.035,59.17 511.181,62.369 C511.326,65.562 511.834,67.743 512.574,69.651 C513.342,71.625 514.368,73.296 516.035,74.965 C517.703,76.634 519.376,77.658 521.349,78.425 C523.257,79.167 525.438,79.673 528.631,79.82 C531.831,79.965 532.853,80.001 541,80.001 C549.148,80.001 550.169,79.965 553.369,79.82 C556.562,79.673 558.743,79.167 560.652,78.425 C562.623,77.658 564.297,76.634 565.965,74.965 C567.633,73.296 568.659,71.625 569.425,69.651 C570.167,67.743 570.674,65.562 570.82,62.369 C570.966,59.17 571,58.147 571,50 C571,41.851 570.966,40.831 570.82,37.631"></path></g></g></g></svg></div>
<div style="padding-top: 8px;">
<div style=" color:#3897f0; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:550; line-height:18px;"> View this post on Instagram</div>
</div>
<div style="padding: 12.5% 0;"></div>
<div style="display: flex; flex-direction: row; margin-bottom: 14px; align-items: center;">
<div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(0px) translateY(7px);"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; height: 12.5px; transform: rotate(-45deg) translateX(3px) translateY(1px); width: 12.5px; flex-grow: 0; margin-right: 14px; margin-left: 2px;"></div>
<div style="background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; height: 12.5px; width: 12.5px; transform: translateX(9px) translateY(-18px);"></div>
</div>
<div style="margin-left: 8px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 50%; flex-grow: 0; height: 20px; width: 20px;"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 2px solid transparent; border-left: 6px solid #f4f4f4; border-bottom: 2px solid transparent; transform: translateX(16px) translateY(-4px) rotate(30deg)"></div>
</div>
<div style="margin-left: auto;">
<div style=" width: 0px; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-right: 8px solid transparent; transform: translateY(16px);"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; flex-grow: 0; height: 12px; width: 16px; transform: translateY(-4px);"></div>
<div style=" width: 0; height: 0; border-top: 8px solid #F4F4F4; border-left: 8px solid transparent; transform: translateY(-4px) translateX(8px);"></div>
</div>
</div>
<div style="display: flex; flex-direction: column; flex-grow: 1; justify-content: center; margin-bottom: 24px;">
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; margin-bottom: 6px; width: 224px;"></div>
<div style=" background-color: #F4F4F4; border-radius: 4px; flex-grow: 0; height: 14px; width: 144px;"></div>
</div>
<p></a></p>
<p style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; line-height:17px; margin-bottom:0; margin-top:8px; overflow:hidden; padding:8px 0 7px; text-align:center; text-overflow:ellipsis; white-space:nowrap;"><a href="https://www.instagram.com/p/B-qUwekHTln/?utm_source=ig_embed&amp;utm_campaign=loading" style=" color:#c9c8cd; font-family:Arial,sans-serif; font-size:14px; font-style:normal; font-weight:normal; line-height:17px; text-decoration:none;" target="_blank">A post shared by D Go Reinnamah &#8211; Peranginangin (@dgoreinnamah)</a></p>
</div>
</blockquote>
<p><script async src="//platform.instagram.com/en_US/embeds.js"></script></div>
<p style="text-align: justify;">Dari semua kegiatan yang saya lakukan guna mengatasi kebosanan yang mendera saat WFH, olahraga ini merupakan hal wajib dan yang paling sering saya lakukan. Dalam 1 minggu, saya bisa bisa olahraga 6x dengan durasi 30 menit &#8211; 1 jam setiap harinya. Saya sudah berada pada fase dimana badan akan sakit kalau tidak berolahraga. Sedangkan 1 hari sisanya saya gunakan untuk beristirahat, karena otot pun perlu istirahat juga untuk bertumbuh.</p>
<p style="text-align: justify;">Rebahan memang lebih menggiurkan dibandingkan dengan olahraga, tapi perlu diingat juga kalau badan ini mesti digerakkan. Ada lemak-lemak membandel yang perlu disingkirkan. <em>Nggak</em> mesti olahraga yang susah kok, yang <em>simple-simple </em>saja. Kalian bisa mencoba melakukan <em>bodyweight workout </em>alias berolahraga dengan hanya menggunakan badan sendiri seperti <em>pushups, situps, squats</em> dan beberapa jenis gerakan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila kalian bingung menu olahraga yang ingin kalian lakukan untuk <em>bodyweight workout </em>tersebut, kalian bisa mencari referensinya di Youtube. Namun kalau boleh memberi saran, kalian bisa mengunduh aplikasi Freeletics di <em>smartphone </em>kalian. Aplikasi ini pula yang menemani saya untuk berolahraga dari hari ke hari dalam mewujudkan #workoutfromhome.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>*****</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Itu tadi beberapa hal yang saya lakukan secara bergantian setiap harinya untuk mengatasi kebosanan ketika WFH. Kalau kalian sendiri, apa yang biasa kalian lakukan untuk mengatasi kebosanan ketika WFH?</p><p>The post <a href="https://blog.goreinnamah.com/blog/2020/04/13/wfh/">Mengatasi Kebosanan saat Melakukan WFH</a> first appeared on <a href="https://blog.goreinnamah.com">GoBlog</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 0/158 objects using Memcached
Page Caching using Disk: Enhanced 
Database Caching using Memcached (Request-wide modification query)

Served from: blog.goreinnamah.com @ 2026-09-22 06:21:10 by W3 Total Cache
-->