
Lahir di keluarga Kristen membuat saya sudah merayakan natal sejak melihat dunia untuk pertama kalinya. Peringatan hari lahirnya Sang Juru Selamat ini memang selalu saya nanti-nantikan kehadirannya dari dulu sampai sekarang.
Ketika masih kecil, saya selalu menunggu natal karena pastinya libur sekolah dan saya akan mendapatkan kado natal dari mama, papa, dan juga anggota keluarga lainnya. Beranjak remaja, natal begitu saya nantikan karena mulai bisa merayakannya tak hanya dengan teman dan keluarga, tapi juga dengan pacar. Tak ada yang bisa mengalahkan sensasi keseruan beribadah bersama kekasih di gereja pada hari natal yang diakhiri dengan pelukan sambil mengucapkan “Selamat Natal”.
Menuju dewasa (meskipun sebenarnya kedewasaan tidak bisa dinilai dari usia), natal begitu dinantikan karena adanya THR (Tunjangan Hari Raya). Meskipun sudah tak lagi mendapat kado dari orang tua, tapi masih ada “kado” dari perusahaan yang hadir dalam bentuk uang 🙂
Beragam acara dan bentuk kreativitas untuk merayakan natal pun sudah pernah saya rasakan. Mulai dari bertukar kado sebelum natal tiba (baik itu dengan teman sekolah, rekan sekerja, atau keluarga), mengunjungi teman-teman yang kurang beruntung di panti asuhan dan memberikan mereka hadiah, menjadi Santa Claus dan atau Pit Hitam & berkeliling untuk membagikan kado ke anak-anak sekolah minggu, ibadah bersama para pemuda dari berbagai macam denominasi gereja di stadion, dan banyak lagi macamnya. Semuanya seru, menyenangkan, dan memiliki ceritanya sendiri.
- Baca Juga: Sudahkah Kamu “No Rep” Hari Ini?
Namun beberapa tahun belakangan ini, tepatnya ketika saya mulai menekuni olahraga CrossFit, ada cara lain dalam menyambut natal yang kerap saya tunggu dan mungkin bisa dikatakan tidak ada kandungan nilai gerejawi-nya sama sekali. Cara menyambut natal yang unik itu bernama “12 Days of Christmas WOD”.
Apa Itu 12 Days of Christmas WOD?
Dalam teologi Kristen, 12 Days of Christmas merupakan periode yang menandai jarak antara kelahiran Kristus dan kedatangan orang Majus yang dimulai dari tanggal 25/26 Desember hingga 5/6 Januari. Rentang waktu ini biasa dikenal juga dengan istilah minggu Epifania.
Beberapa ratus tahun berselang setelah peristiwa kelahiran Yesus ini, muncul lagu tentang 12 Days of Christmas yang dibuat oleh pujangga jaman itu (sekitar tahun 1700an-1900an). Terdapat banyak sekali versi dan makna dari lagu tersebut, namun yang paling terkenal adalah gubahan Frederic Austin yang muncul tahun 1909.
Dalam lagu 12 Days of Christmas versi Austin, dia mau menceritakan bagaimana dirinya begitu senang karena selama 12 hari tersebut dia mendapatkan hadiah yang tak henti-hentinya dari “cinta sejatinya”. Saya sendiri paling suka mendengar lagu 12 Days of Christmas versi Frederic Austin yang dibawakan oleh Bing Crosby, salah satu aktor dan penyanyi berbakat dari Amerika (Bisa didengar DI SINI). Dari lagu inilah ide 12 Days of Christmas WOD berasal.
Apa yang membuat lagu ini dipilih? Jawabannya adalah karena keunikan cara penulisan liriknya. Jadi lagu 12 Days of Christmas adalah sebuah lagu kumulatif yang terdiri atas 12 bait di mana setiap bait dibangun dari bait sebelumnya. Hal itu membuat setiap bait memiliki panjang baris yang berbeda dan bait keduabelas menjadi bait terpanjang.



Agar lebih mudah mencerna, langsung saja kita bedah liriknya. Dalam bait pertama 12 Days of Christmas, Austin menulis kalau hari pertama ia diberikan sesuatu oleh cinta sejatinya. Di hari kedua, yang juga menjadi bait kedua, ia kembali diberikan hadiah yang baru lagi dan ia tetap menuliskan kembali apa yang ia dapat di hari pertama. Hari ketiga, sekaligus bait ketiga, ia kembali mendapat hadiah baru lagi dan ia menambahkan kembali apa yang ia dapat di hari pertama dan kedua. Begitu terus sampai hari kedua belas alias bait kedua belas. Polanya mudah: tambahkan 1 hadiah baru dan kembali ulangi semua hadiah sebelumnya.
Nah, pola lagu inilah yang digunakan oleh CrossFitter untuk menjadi workout menjelang natal atau yang dikenal sebagai 12 Days of Christmas WOD. Hadiah-hadiah yang berada dalam lirik 12 Days of Christmas diganti menjadi gerakan-gerakan yang ada dalam CrossFit, entah itu Power Clean, Thrusters, Muscleups, dan masih banyak lagi. Periode 12 hari (1-12) digunakan sebagai repetisi gerakan. Dan ketika aransemen itu sudah dilakukan, maka lagu itu bukan lagi untuk dinyanyikan tapi kini berubah menjadi gerakan yang harus dilakukan. Intinya hanya boleh ada 12 gerakan dalam 12 Days of Christmas WOD dan harus dikerjakan sesuai dengan urutan.
Semua box CrossFit di seluruh dunia, baik yang affiliate atau tidak, mengetahui tradisi 12 Days of Christmas WOD ini. Gerakan-gerakan yang dilakukan mungkin saja berbeda (karena banyak sekali movement dalam CrossFit), tapi polanya sama. Saya tidak tahu siapa yang pertama kali mencetuskan tradisi ini dan kapan serta di mana ini awalnya dimulai, tapi satu yang mau saya bilang bahwa ini jenius. Saya belum pernah menemukan konsep semenarik ini dalam olahraga lain.
Jika dalam lirik lagu 12 Days of Christmas “kita” yang diberikan hadiah, maka dalam 12 Days of Christmas WOD ini “kita” yang memberikan hadiah untuk diri sendiri dalam bentuk gerakan-gerakan yang ada di olahraga CrossFit sebagai bentuk rasa sayang pada badan ini. Biasanya 12 Days of Christmas WOD ini dilakukan pada tanggal 24 Desember atau pada hari sebelum natal tiba.





Dan kalau kalian mau menghitung repetisi yang dilakukan dalam 12 Days of Christmas WOD, jumlahnya adalah 364. Wah, kurang 1 repetisi lagi dong artinya agar genap 365 yang menandakan total hari dalam 1 tahun? Ya, betul. 1 repetisi terakhir bisa kalian ganti dengan menenggak 1 sloki wine atau minuman sejenisnya sebagai wujud terima kasih dan simbol kemenangan karena sudah melewati 364 “cobaan” itu. Karena hidup bukan hanya tentang berusaha, berusaha, dan berusaha, tapi juga harus diakhiri dengan bersyukur.
Semua Bisa Melakukannya
Selain karena kreativitasnya dalam membuat berbagai jenis WOD, hal lainnya yang saya suka dari CrossFit adalah semua orang bisa melakukannya. Mulai dari elite athlete sampai yang benar-benar pemula, semua bisa melakukan 12 Days of Christmas WOD ini.
Selalu ada versi scaled dari setiap gerakan, entah bebannya yang dikurangi atau gerakannya yang diregresi. Jadi mereka yang pemula pun bisa merasakan apa yang juga dirasakan oleh atlet yang berlomba di CrossFit Games. Because CrossFit is not just about the workout, but also about the community.
Dan yang paling penting adalah tradisi workout ini tidak ada kaitannya dengan kekristenan, jadi kalian tidak perlu khawatir kalau mengerjakan tradisi ini artinya kalian merayakan natal. Tradisi ini adalah tentang kebersamaan, sukacita, dan penghargaan kepada diri sendiri.
******
Itu tadi sedikit tentang 12 Days of Christmas WOD.
Selamat menyambut natal, CrossFitter(s).
Let’s prepare the Christmas by doing the tradition of 12 Days of Christmas WOD.
Hoo..Hoo..Hoo.. *Santa’s Laugh*
