Pemanfaatan Google Cache untuk Mengembalikan Artikel Blog yang Hilang

Kejadian buruk bisa menimpa siapapun, kapanpun dan dimanapun. Tidak peduli kamu anak Presiden Amerika, cucu dari Ratu Elizabeth atau keponakan Bill Gates sekalipun. Pasti kejadian buruk bisa dan pernah menghampiri kamu.

Perkataan itu bukanlah omong kosong karena saya yang merupakan saudara jauh dari Michael B. Jordan ini baru saja mengalami kejadian buruk tersebut, atau mungkin lebih tepatnya adalah kejadian bodoh.

Jadi begini ceritanya, 1 minggu yang lalu saya hendak mengakses blog saya yang lain, dailyvoyagers.com. Ketika berhasil diakses, saya melihat ada keanehan pada blog saya karena semua postingan saya kategorinya berubah menjadi uncategorized dan halaman admin tidak bisa diakses.

Karena keanehan itu, maka saya masuk ke dalam server dimana saya meletakkan blog saya melalui web console (saya memakai VPS, bukan menggunakan shared hosting). Saat saya mengecek kapasitas harddisk, ternyata disk space sudah penuh dan service database pun tidak berjalan.

Setelah saya mencari tahu apa yang membuat disk sebesar itu sampai penuh, ternyata penyebabnya ada pada cache dari web server yang saya gunakan. Oleh sebab itu, saya berniat untuk menghapus cache tersebut untuk membuat disk space pada server saya kembali lowong.

Baca juga: Pelajaran dari Seorang Ayah

Di sinilah malapetaka itu dimulai. Saat saya hendak menghapus folder /var/cache , ternyata koneksi internet saya mengalami masalah. Alhasil, perintah yang terkirim adalah rm -r /var dan bukannya rm -r /var/cache. Memang jadi ‘bersih’ sih disk space-nya, tapi bersamaan dengan itu terhapus juga folder blog saya yang terletak di dalam folder /var tersebut.

Back Up yang Tidak Sempurna

Untung saja saya masih memiliki back up dari blog saya tersebut, sehingga saya bisa me-restore-nya  kembali. Namun sialnya adalah back up yang saya miliki tersebut hanya sampai akhir bulan Januari saja, padahal sudah ada beberapa artikel yang saya tulis untuk bulan Februari dan Maret.

Lalu kemana dong artikel bulan Februari dan Maret? Apakah artikel tersebut akan hilang begitu saja? Jawabannya TIDAK. Meskipun saya tidak memiliki back up untuk tulisan saya pada bulan tersebut, tapi ada yang sudah mem-back up-nya untuk saya. Kamu tahu siapa pelakunya? Ya, Google. 

Semua tulisan yang sudah di publish akan tersimpan ke dalam google cache meskipun tulisan tersebut sudah terhapus sekalipun. Google Cache merupakan sebuah arsip yang dimiliki google, dimana arsip tersebut menyimpan halaman web yang telah terdahulu (beberapa hari kebelakang) atau bisa juga disebut sebagai snapshot. Dari google cache inilah saya akan ‘mengambil kembali’ tulisan saya yang hilang.

Dengan Memanfaatkan Google Cache

Bagaimana cara memanfaatkan google cache tersebut? Adalah dengan menggunakan link spesifik. Ketika mem-publish sebuah artikel ke dalam web, tentunya akan ada sebuah link spesifik yang akan mengarahkan kamu pada tulisan kamu tersebut. Link itulah yang akan saya gunakan.

Dari mana link tersebut bisa didapatkan sedangkan tulisan tersebut sudah terhapus atau tidak ada back up-nya? Setiap kali saya mem-publish artikel, maka saya juga akan mem-publish tulisan tersebut pada Twitter dan FB Fan page saya. Dari kedua media sosial tersebutlah saya bisa mendapatkan link dari tulisan saya yang lalu.

Jika kamu ingin mengembalikan tulisan kamu yang hilang dengan memanfaatkan link spesifik tersebut, maka kamu hanya perlu menambahkan tulisan cache: di depan link tersebut.

cache:<link_kamu>

Sebagai contoh, misalkan saya mempunyai sebuah artikel dengan link https://dailyvoyagers.com/blog/2016/03/12/buddy-system-dalam-freediving/ . Karena terhapus maka saya ingin me-restore-nya. Untuk melihatnya kembali, maka saya hanya perlu menuliskan kata cache: di depan link saya tersebut sehingg menjadi

cache:https://dailyvoyagers.com/blog/2016/03/12/buddy-system-dalam-freediving/
Tambahkan URL dengan tulisan cache: di depannya

dan voilaaaa, tulisan kamu yang dulu akan kembali muncul. Segeralah copy semua tulisan dan gambar kamu yang ada pada artikel tersebut dan republished (dengan URL yang sama).

Tulisan yang tersimpan pada google cache
Segera copy tulisanmu

Alternatif lain

Lalu bagaimana bila saya tidak memiliki link spesifik tersebut dan saya hanya punya URL untuk halaman homepage saya saja? (dalam contoh di atas berarti saya hanya punya informasi berupa https://dailyvoyagers.com saja)

Dengan hanya menggunakan itu saja pun bisa. Saya biasa memanfaatkan 2 halaman web untuk melihat arsip terakhir dari blog saya.

Yang pertama adalah dengan menggunakan web archive (ini linknya). Pada web tersebut kamu hanya perlu memasukkan URL dari blog kamu saja. Setelah memasukkannya, maka akan muncul sebuah kalender yang berisi tanggal terakhir dimana snapshot dari blog kamu terakhir diambil. Klik tanggal tersebut dan halaman cache dari blog kamu pun akan kembali muncul.

Segera copy tulisan kamu dan publish-lah kembali.

Masukkan URL blog kamu pada kolom search bar yang sudah disediakan
Tanggal terakhir snapshot
cache dari blog yang berhasil disimpan oleh web archive

Cara yang kedua adalah dengan memanfaatkan website smallseotools (ini linknya). Cara kerjanya hampir sama seperti web archive, hanya saja tampilan dari smallseotools ini jauh lebih sederhana. Yang pertama harus dilakukan adalah membuka halaman web tersebut dan tuliskan URL dari halaman web yang ingin dicari snapshotnya.

Masukkan URL blog kamu

Kalau sudah, biarkan website ini ‘berpikir’ dan setelah beberapa lama maka akan muncul hasil dari pencarian yang kamu lakukan. Pada hasil pencarian tersebut, kamu akan melihat link cache url dan tanggal terakhir pengambilannya. Segera klik link cache url tersebut untuk melihat blog kamu.

cache URL

tampilan setelah menekan tombol view URL

Saran

Itu tadi sedikit cara yang bisa saya bagikan untuk mengembalikan tulisan blog yang hilang. Mohon maaf apabila ada bahasa penulisannya kurang bagus atau kesalahan pada penggunaan istilah. Untuk memberikan koreksi kepada saya, silahkan email ke mail@goreinnamah.com atau tuliskan keluh kesah kamu pada kolom komentar.

Sebelum mengakhiri tulisan ini, saya ingin menyampaikan beberapa saran agar kamu tidak kebingungan atau mengalami kepanikan yang berlebihan saat kamu mengalami kejadian seperti yang saya alami di atas:

  • Lakukan back up berkala pada blog kamu. Untuk kamu yang menggunakan shared hosting, kamu bisa memanfaatkan fasilitas back up yang ada di cpanel. Bagi kamu yang menggunakan VPS, kamu bisa menggunakan cronjob untuk melakukan back up atau memanfaatkan fasilitas snapshot yang disediakan oleh penyedia layanan.
  • Setelah mem-publish tulisanmu, jangan lupa untuk menyimpan tulisan dan gambarmu di media lain seperti harddisk eksternal atau media penyimpanan online gratisan.
  • Jangan lupa berdoa, siapkan koneksi internet yang stabil dan juga sediakan kopi sebelum kamu mencoba untuk melakukan config pada server kamu.

*catatan: Periode pengambilan snapshot yang dilakukan oleh google akan berbeda antara web yang satu dengan web yang lainnya. Jadi pastikan kamu juga memiliki back up-an sendiri ya 🙂

Facebook Comments Box

Comments are closed.