Hati ini terkejut bukan kepalang saat membuka email tadi pagi. Bagaimana tidak, di jajaran inbox paling atas, saya mendapatkan email dari Google, lebih tepatnya dari Google Publisher Policy, yang berkata “Your AdSense Publisher Policy Violation Report for pub-xxxxx…..”
“Lho, kok saya melanggar kebijakan dari Google? Kebijakan apa? Kok ada kaitannya dengan AdSense? Sudah sekian lama menulis di blog dengan niche traveling (Dailyvoyagers), kenapa baru ada pelanggaran sekarang? Padahal tulisan saya ya seputar itu-itu saja (pantai, gunung, dan keindahan Indonesia lainnya).” Tanya saya dalam hati setelah melihat sebagian kecil isi email yang belum saya baca keseluruhannya itu.

- Baca juga artikel lainnya: Memutar Waktu dan Berterima Kasih Atas Perjalanan di Tahun 2018
Tak ingin terus menduga-duga, saya pun segera membuka email kiriman Google Publisher Policy tersebut guna membaca dengan lebih jelas pelanggaran apa yang saya lakukan. Dalam pesan tersebut, Google memberi peringatan dengan berkata bahwa saya sudah melakukan pelanggaran pada salah satu halaman di blog saya. Oleh karena itu, ads yang saya pasang akan dibatasi atau dinonaktifkan pada halaman dimana ditemukannya pelanggaran tersebut.
“Sudah? Hanya itu saja? Tidak ada informasi artikelnya yang mana? Lalu bagaimana saya mau membenahinya kalau pelanggaran yang saya lakukan saja saya tidak tahu.” Tanya saya dalam hati yang sudah diliputi oleh rasa jengkel karena isinya menurut saya kurang jelas. Jika diibaratkan, perasaan saya saat itu persis seperti seorang wanita yang mendapat pesan singkat “kita putus” dari pacarnya tanpa ada penjelasan kenapa harus putus.

Setelah tarik nafas beberapa kali sambil mengucap “AAL IZZ WELL”, saya memutuskan untuk membaca kembali isi pesan tersebut. Ternyata eh ternyata, dalam pesan tersebut, Google memberitahukan dong bahwa untuk melihat pelanggaran yang saya lakukan, pergilah ke AdSense Policy Center. *Ahaha, maaf ya Google, saya sudah emosi duluan*
Tidak pakai lama, saya pun langsung login ke akun AdSense milik saya.
Mulai Jelas Tapi Masih Tetap Membingungkan
Usai mengikuti apa yang disarankan oleh Google, yaitu masuk ke AdSense → Account → Policy Center, saya pun menemukan sedikit pencerahan. Pada halaman tersebut diijelaskan situs mana yang melakukan pelanggaran, berapa jumlah pelanggaran, apa saja yang terpengaruh dari pelanggaran tersebut (apakah situsnya, halamannya saja atau lainnya), dan kapan ditemukannya pelanggaran tersebut. Namun tetap belum ada penjelasan pelanggaran apa yang saya lakukan. Saya pun lantas menekan tombol panah yang ada di sebelah “Last Enforcement Date” untuk melihat infonya lebih detil.
Benar saja, setelah menekan tanda panah itu, Google memberitahu halaman mana (dengan URL) yang melakukan pelanggaran. Di titik inilah saya semakin kesal, tapi kali ini disertai rasa lucu. Mengapa? Karena tulisan saya tentang Warung Babi Kuah Pasar Gede dianggap oleh Google mengandung “Adult: Sexual Content”.


Coba kalian bayangkan, sebuah tulisan kuliner dengan judul “Mengecap Nikmatnya Babi Kuah Pasar Gede” dianggap mengandung sexual content. Sexual content-nya di sebelah mana? Apa iya paha babi itu mengandung sexual content? Gambar babi yang saya sertakan pada tulisan ini bentuknya sudah terpotong-potong kok, jadi tidak ada gambar babi telanjang yang seronok itu.
Karena kebingungan, saya pun berkonsultasi dengan seorang teman. Kepadanyalah saya ceritakan masalah yang saya alami perihal pelanggaran Google Pubisher Policy ini. Dan kalian tahu apa respon teman saya ini? Dia meminta saya untuk mengganti judul artikel saya. Menurutnya, Google menganggap kalau kata “mengecap nikmatnya” itu mengarah pada kenikmatan yang anu-anuan itu.
Coba saya tanya pada kalian, apa yang kalian pikirkan pertama kali saat membaca kalimat “Mengecap Nikmatnya Babi …..”? Pasti makan babi, kan? Bukan oh-ah-oh-ah sama babi, kan? Ya masa iya sih babi saya “pake”, kayak nggak ada hewan lain aja *Lhooo*.

Tak ingin berdebat lebih jauh, saya pun menuruti permintaan teman saya itu karena saya menganggap dia lebih ahli dari saya pada bidang ini. Saya pun mengubah judul artikel saya dari “Mengecap Nikmatnya Babi Kuah Pasar Gede” menjadi “Lezatnya Babi Kuah Pasar Gede” dengan pertimbangan kata “lezat” itu identik dengan makanan. Kalau ini masih gagal juga, saya nggak tahu deh harus mengubah bagian yang mana lagi.
Setelah perubahan judul artikel saya lakukan, saya pun mencentang check box yang ada di sebelah URL blog saya dan kemudian menekan tombol Request Review untuk meminta Google meninjau kembali artikel saya tersebut, apakah sudah sesuai dengan aturan yang mereka tetapkan atau belum.

Penyelesaian Pelanggaran Google Publisher Policy
Sekitar jam 23:00 WIB atau 12 jam setelah saya mengajukan peninjauan ulang, pengajuan saya itu pun disetujui oleh Google. Rupanya benar, masalah ada pada judul. Setelah diubah judulnya oleh saya dan disetujui oleh Google, kini ads sudah bisa kembali muncul pada artikel Babi Kuah tersebut dan daftar pelanggaran yang ada pada Policy Center di AdSense pun sudah hilang.
Meskipun sudah selesai, sampai sekarang saya pun masih bingung mengapa judul artikel yang lama itu bisa mengandung sexual content. Bagaimana jika ada yang mau me-review kelezatan (dibaca: kenikmatan) paha dan dada ayam KFC ya? Sepertinya Google melalui AI (Artificial Intelligence)-nya masih mengartikan kata per kata secara harafiah. Google tidak mengartikan satu kalimat secara keseluruhan. Jadi memang perlu agak berhati-hati dalam pemilihan kata (jika menggunakan AdSense). Semoga kedepannya kemampuan AI Google bisa semakin baik lagi.



Ada yang punya pengalaman yang sama?
Info Tambahan
- Untuk kasus saya, pelanggaran terjadi pada judul artikel. Bagi kalian yang memiliki masalah seperti saya dan tidak mau mengganti judul artikel dengan alasan takut trafficnya berkurang, harus mengubah URL dan sebagainya, kalian bisa menggunakan solusi lain, yaitu menonaktifkan ads pada halaman tersebut.
- Selain pada judul artikel, masalah (contohnya: sexual content) juga bisa terdapat pada kalimat yang ada pada artikel kalian atau pada gambar yang kalian unggah. Kalau sudah seperti itu, segera revisi tulisan atau gambar kalian. Jangan ragu untuk mengubah dan mengajukan review.
- Teman saya bercerita, kalau ada suatu perusahaan yang pernah mengabaikan peringatan pelanggaran Google Publisher Policy ini dan berujung pada dibekukannya akun AdSense milik perusahaan tersebut. Tidak percaya? Silakan coba sendiri.
- Google (AdSense) Publisher Policy merupakan sekumpulan peraturan yang ditetapkan oleh Google bagi siapapun yang ingin memasang AdSense pada web-nya. Peraturan ini wajib untuk diikuti. Untuk melihat apa saja program policy pada AdSense, kalian bisa membacanya DI SINI.

Comments are closed.