Pengalaman Membeli Sepatu Dari Luar Negeri (dan Membayar Pajaknya)

Membeli Sepatu – Jiwa impulsif ini langsung menjerit ketika melihat sebuah gambar menarik yang muncul di lini masa Instagram. Gambar sepatu Reebok Nano X, dengan kombinasi warna pink dan oranye, ditambah dengan ornamen donat yang menghiasinya, segera membuat saya ingin memilikinya.

Saya memang sedang gila-gilanya melakukan olahraga CrossFit dan sepatu Reebok Nano 8 yang saya miliki rasanya sudah cukup tertinggal (2 edisi lebih tua dari yang ingin saya beli ini). Sepertinya sudah perlu beli yang baru untuk menghiasi rak sepatu saya di rumah (padahal sepatu Reebok Nano 8 itu masih cukup bagus. Memang sayanya saja yang ‘gatel’).

Tanpa harus diberi perintah, jari ini pun dengan cepat langsung menekan profile dari akun yang menghadirkan gambar sepatu cross training tersebut dan berakhir dengan menekan link yang ada di bio-nya, sebuah link yang mengarahkan saya tepat langsung ke halaman pembelian.

Akun yang beruntung tersebut bernama (at)thewodlife. Pada akun tersebutlah uang di tabungan saya dihibahkan. Setelah memeriksa akun Reebok Indonesia dan memastikan sepatu edisi tersebut tidak masuk ke Indonesia, saya pun segera membelinya.

Kiri: Gambar yang menggugah saya untuk berbelanja
Kanan: profil dari akun yang menjual sepatu tersebut

Proses pembelian di website-nya pun tak terlalu rumit. Usai membuat akun, saya hanya perlu memilih sepatu yang ingin saya beli, memeriksa ukuran, menambahkan ke keranjang, mengisi biodata dan alamat pengiriman barang, menentukan metode pengiriman, dan tahap akhir adalah melakukan pembayaran. Semua proses pembelian berlangsung dengan cukup cepat.

Memang untuk urusan belanja ini prosesnya terasa cepat, baru di bagian akhirlah biasanya penyesalan datang. “Kok mahal ya?” atau “Kenapa gue beli barang yang nggak perlu-perlu amat ini ya?”, itulah contoh kalimat penyesalan yang biasa keluar setelah melakukan pembayaran.

Singkat cerita, proses pembelian pun berjalan dengan baik. Pemesanan dan pembayaran saya lakukan tanggal 11 Desember 2020 dan pengiriman dilakukan tanggal 15 Desember 2020 dari Australia. Metode pengiriman yang saya gunakan waktu itu adalah DHL Express (sebab tidak ada lagi metode pengiriman yang lain).

Halaman informasi pada saat pembelian. Isinya:
detil pembelian dan alamat pengiriman
Halaman pengiriman. Isinya:
Metode pengiriman, biaya pengiriman, dan barang yang dikirim
Halaman pembayaran. Isinya:
Total biaya yang harus dibayarkan, metode pembayaran, dll

Proses Pemantauan Barang

Ini merupakan pengalaman pertama saya membeli barang, khususnya membeli sepatu, langsung dari luar negeriLangsung di sini artinya benar-benar melakukan pembelian lewat website di mana barang tersebut dijual, tanpa melalui e-commerce atau pihak ketiga lainnya. Saya begitu excited sekaligus takut. Excited karena senang bisa menuntaskan proses pembelian dari awal hingga akhir dan takut kalau barang yang saya beli ini nyasar entah kemana, atau bahkan berujung tidak sampai ke tangan saya.

Untungnya DHL sebagai jasa pengiriman barang yang saya pilih ini luar biasa informatif (meskipun agak mahal memang). Begitu status saya di website thewodlife berubah dari unfulfilled menjadi fulfilled, saya pun mendapat email berisi status pengiriman saya dan tracking code. Tidak lupa juga DHL memberikan tanggal estimasi barang itu akan tiba (dalam kasus saya waktu itu adalah 23 Desember 2020). Jika ingin mengetahui kiriman saya sudah sampai di mana dan sampai tahap apa, saya hanya perlu memasukkan tracking code tersebut di website DHL Express.

Bukti pembelian sudah terkonfirmasi dan sudah mendapat nomor resi dari DHL Express

Namun karena saya orangnya agak malas untuk memeriksa setiap hari, saya pun memilih diberitahu melalui email setiap kali ada perubahan status dari pesanan yang saya lakukan. Untungnya, DHL menyediakan fitur ini sehingga saya tidak perlu melakukan pemeriksaan secara manual. Dan memang benar, setiap kali ada perubahan, inbox email saya pasti memunculkan notifikasi.

kata Express yang menempel pada kata DHL Express rupanya bukan omong kosong. Pengirimannya terbilang cepat. Dikirim tanggal 15 Desember dari Australia (Adelaide), barang sudah tiba di Jakarta tanggal 18 Desember 2020, dengan terlebih dahulu singgah di Singapura. “Wow, cepat sekali ya. Pengiriman dalam negeri yang dilakukan jasa ekspedisi lokal kok terkadang lama banget ya?” Ucap saya ketika mengetahui kalau paket saya sudah ada di Jakarta.

Namun apakah pesanan saya langsung dikirim ke alamat yang sudah saya tentukan? Oh, tunggu dulu. Karena berasala dari luar negeri dan masuk dalam kategori barang impor, pesanan saya pun tertahan di bea cukai. Sebuah email baru dari pihak DHL pun masuk dan meminta saya untuk membayar sejumlah uang (bea masuk) agar barang itu dapat dikirim ke alamat yang saya tentukan.

Laporan yang diberikan DHL melalui websitenya mengenai status keberadaan barang saya
Pemberitahuan via email setiap kali ada perubahan status

Membayar Pajak

Kembali lagi saat proses pembayaran sepatu. Sebagai orang yang taat pajak dan selalu mengisi SPT online setiap tahun, saya memang sedikit bingung saat melakukan pembayaran di situs thewodlife. “Kok cuma bayar biaya sepatu dan ongkir ya. Biaya pajaknya kok nggak ada?” Gumam saya saat melakukan pembayaran. Karena waktu itu merupakan pengalaman saya membeli sepatu langsung dari luar negeri, saya pun bertanya pada teman yang sudah biasa membeli barang dari luar negeri.

“Eh, kok gue beli membeli sepatu dari luar tapi nggak ada pajaknya ya?” Tanya saya dalam sebuah chat.

“Oh, biasanya dibayarnya nanti kalau sudah tiba di Jakarta. Kalau berdasarkan pengalaman gue, barang yang gue beli biasanya diantar ke kantor pos terdekat dengan alamat pengiriman. Nanti akan ada pemberitahuan, biasanya ditelepon, kalau barang sudah sampai dan bisa diambil langsung di kantor pos. Namun sebelum bisa diambil, loe harus membayar pajaknya dulu ke nomor rekening yang akan diberi tahu nantinya (transfer).” Balas teman saya. Ia pun memberikan sedikit rincian mengenai estimasi pajak yang harus saya bayarkan berdasarkan perhitungan yang dia lakukan (setelah saya memberi tahu harga belanjaan saya).

Apa yang dikatakan teman saya soal membayar pajak ketika barang sampai di Jakarta ternyata memang benar adanya. Begitu barang tiba di customs, saya mendapat email yang disertai attachment dari pihak DHL kalau barang sudah tiba dan saya harus membayar sejumlah uang (bea masuk dan biaya impor) ke rekening yang ia berikan. Namun yang melenceng luar biasa jauh adalah biaya pajak dan tetek bengek yang harus saya bayarkan. Dari estimasi ±Rp 600.000 , ternyata sampai 3x lipatnya *shocked*

Attachment email 1 yang saya dapat dari pihak DHL mengenai history pengiriman
Attachment email 2 yang saya dapat dari pihak DHL mengenai penghitungan bea masuk dan pajak masuk barang impor
Attachment email 3 yang saya dapat dari pihak DHL mengenai biaya tambahan yang harus saya bayarkan

Saya yang kaget dengan biaya tersebut pun langsung mencari informasi apakah memang benar biayanya semahal itu. Sebagai informasi, harga pembelian sepatu yang saya lakukan ±2,4 juta dan biaya tambahan yang harus saya bayarkan adalah ±1,8 juta (600 ribu lagi udah sama seperti  harga sepatunya).

Mengutip dari klikpajak(dot)id melalui artikelnya dengan sub judul “Rasionalisasi Tarif Bea Masuk dan Pajak Impor”, maka dapat saya ketahui bahwa untuk produk tekstil, tas, dan sepatu, rupanya diterapkan tarif yang berbeda. Bea masuk untuk sepatu adalah 15-20% dengan PPN 10% dan PPh 7,5-10%.

kutipan artikel dari klikpajak(dot)id

Namun perhitungan untuk barang saya (yang saya dapatkan) adalah bea masuk 30%, dengan PPh 10% dan PPN 20%. Jadi detil untuk barang saya adalah:

KeteranganRumusHasil
Harga Barang -Rp 2.442.000
Bea MasukHarga Barang x 30%Rp 2.442.000 x 30% = Rp 732.600
PPh(Harga barang + Bea Masuk) x 10%(Rp 2.442.000 + Rp 732.600) x 10% = Rp 317.460
PPN(Harga barang + Bea Masuk) x 20%(Rp 2.442.000 + Rp 732.600) x 20% = Rp 634.290
Total BayarBea Masuk + PPh + PPNRp 732.600 + Rp 317.460 + Rp 634.290 = Rp 1.684.350

Terdapat sedikit perbedaan dengan perhitungan yang saya dapat dari pihak DHL. Mungkin ada yang bisa membantu menjelaskan? Silakan menuliskannya di kolom komentar ya.

Ditambah dengan biaya pengurusan dari DHL, total yang harus saya bayarkan adalah Rp 1.874.000

Merasa perhitungan tidak terlalu berbeda jauh antara yang tertera di attachment dan yang saya lakukan (meskipun dalam hati masih penasaran kok bisa berbeda), saya pun melakukan pembayaran dan melakukan konfirmasi via email sesuai dengan apa yang tertera dalam isi email dari pihak DHL.

Dalam waktu 3 jam setelah saya melakukan pembayaran dan dikonfirmasi, barang saya pun langsung tiba di alamat yang saya tuju. Saya tidak harus menebusnya di kantor pos seperti apa yang teman saya ceritakan. Luar biasa cepat. Lebih cepat 2 hari dari estimasi waktu tiba yang diperkirakan 🙂

Notifikasi dan history keseluruhan yang saya dapat setelah membeli sepatu dari thewodlife
Paket sampai dengan selamat
Ini dia barangnya. Membeli sepatu itu gampang gaes, bayar pajaknya yang bikin terkedjoet

Kesimpulan & Saran

Itu tadi sedikit cerita mengenai pembelian sepatu yang saya lakukan dari luar negeri. Overall saya puas dengan jasa pengiriman dari DHL. Saya juga terkejut dengan sistem perpajakan, khususnya bea masuk dan pajak impor, yang sudah tersistem dengan sangat rapi.

Namun harus diakui kalau saya memang tidak pernah mencari informasi sebelumnya mengenai bea masuk dan pajak impor yang harus saya bayarkan. Saya pikir tidak terlalu mahal alias hanya 1/3 dari harga barang yang saya beli. Rupanya saya salah.

Buat kalian yang mau membeli barang langsung dari luar negeri, jangan lupa cek regulasi terbaru yang ditetapkan oleh Kementerian Keuangan ya, sebab peraturan mengenai bea masuk dan pajak impor ini mungkin saja akan berbeda untuk setiap barang dan setiap tahunnya. Jadi kalian memang perlu menyesuaikannya.

Dan apabila saat melakukan penghitungan, kalian masih menganggapnya mahal, maka kalian bisa mencoba beberapa cara berikut:

  • Kalian bisa titip teman yang sedang berada di luar negeri dan membayar jasanya (jastip)
  • Menggunakan jasa forwarder. Dengan jasa forwarder ini, kalian bisa membayar lebih murah dari yang seharusnya dan semua proses pembelian akan diurus oleh pihak forwarder. Kalian hanya perlu menyetorkan sejumlah uang yang disepakati dengan si forwarder.

Sekian dulu pengalaman dari saya. Semoga sharing-nya bisa berguna.

Akhir kata, selamat berbelanja 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *