Freeletics: Media untuk Mengalahkan Dewa Dewi Yunani

Freeletics – Mitologi Yunani bukanlah suatu yang asing di telinga ini. Aku sudah mengenal mitologi Yunani sedari kecil. Nama-nama seperti Poseidon, Hestia, Hades, Hera, Demeter dan beberapa dewa dewi lainnya sudah kudengar dan kutahu sejak aku masih duduk di bangku SD. Awal perjumpaanku dengan mitologi Yunani ini adalah saat aku menonton Saint Seiya, salah satu kartun favoritku dulu. Aku ingat bagaimana Pegasus Seiya dan beberapa saint lainnya berjuang dengan gigih untuk melindungi Athena (Saori).

Dari film anime Jepang itulah rasa sukaku akan mitologi Yunani semakin besar. Aku pun mulai mencari informasi mengenai tokoh-tokoh lainnya yang masuk dalam mitologi Yunani dan aku temukanlah sebuah fakta kalau dewa dan dewi Yunani itu banyak sekali, serta tokoh lainnya yang memiliki kekuatan masing-masing.

Pegasus Seiya dan Zeus
Artemis dan Athena

Sebut saja Zeus, salah satu dewa paling terkenal dan paling kuat, sang penguasa langit yang sering digambarkan sambil memegang petir, anak dari Kronos dan Rhea. Dia adalah raja dari para dewa. Zeus berhasil selamat dari santapan Kronos, ayahnya sendiri, dan bahkan “menghidupkan kembali” saudara-saudaranya, lalu bersama saudara-saudaranya itu mengalahkan Kronos dan akhirnya Zeus pun mendapat predikat sebagai dewa terkuat.

Bacaan akan dewa dewi dalam mitologi Yunani itu pun memunculkan imajinasi tersendiri akan masing-masing tokoh. Aku membayangkan mereka hidup dengan kekuatannya masing-masing yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. “Pasti enak sekali bisa menjadi dewa,” pikirku saat itu. Bahkan imajinasi terliar yang keluar dari kepala ini ketika SD adalah bagaimana caraku untuk mengalahkan mereka satu per satu, sampai akhirnya bisa bertemu dan bertarung melawan Zeus.

Tapi itu hanyalah imajinasi sesaat dari seorang anak kecil yang belum tahu kalau itu hanyalah tokoh-tokoh yang tidak nyata. Keinginan untuk bertarung melawan dewa-dewa tersebut pun langsung terkubur dan teralihkan kala aku menemukan kesibukan lain, seperti bermain sepak bola atau petak benteng bersama teman-temanku.

Beberapa tokoh dalam mitologi Yunani
Para tokoh dalam lingkaran

Namun momen akan pertarungan melawan para dewa yang terkubur hampir selama 20 tahun itu pun bangkit kembali ketika aku berjumpa dengan Freeletics.

Aku dan Freeletics

Apa lagi itu Freeletics? Apa hubungannya antara Freeletics dan mitologi Yunani?

Jadi Freeletcis merupakan sebuah aplikasi kebugaran yang diciptakan oleh Daniel Sobhani dan tim di Jerman agar kalian bisa berolahraga secara efektif dengan hanya menggunakan berat badan kalian (bodyweight training).  Sistem latihan yang digunakan freeletics ini mengombinasikan antara HIT (High Intensity Training) dan HIIT (High Intensity Interval Training).

Intinya aplikasi ini dibuat agar kalian bisa berolahraga dengan mudah. Tidak ada lagi alasan untuk tidak berolahraga karena tidak ada alat seperti dumbbell atau barbell atau terlalu jauh untuk pergi ke tempat kebugaran. Karena dengan aplikasi ini, kalian bisa berolahraga kapanpun dan dimanapun, sebab yang dibutuhkan hanyalah badan sendiri, niat dan space yang tidak terlalu besar.

Pertemuan pertamaku dengan Freeletics adalah saat aku datang ke Decathlon Alam Sutera untuk bergabung dengan Freeletics Bareng, sebuah komunitas yang melakukan olahraga Freeletics ini secara bersama-sama. Moto mereka adalah jika bisa sehat bareng-bareng, kenapa harus sendirian? Ya benar juga sih. Biasanya kan males banget kalau disuruh olahraga sendirian, tapi kalau ada temannya, apalagi ada yang cantik atau ganteng, olahraganya pasti lebih semangat.

Freeletics Logo
Freeletics Bareng Logo

Waktu itu aku tidak tahu sama sekali soal Freeletics. Yang aku tahu hanyalah aku mau datang untuk berolahraga. Olahraga macam apa yang akan dilakukan, aku tidak terlalu peduli. Namun yang pasti, saya sudah melihat sedikit gerakan-gerakan yang pernah komunitas ini lakukan di akun instagram mereka, meskipun tidak tahu nama dan kegunaannya.

Singkat cerita, salah satu coach di Freeletics Bareng waktu itu bilang, “Untuk yang sudah install aplikasinya, coba buka Athena. Kita akan berlatih itu malam ini. Yang belum install, bisa buka Play Store atau App Store dan install aplikasi Freeleticsnya.”

“Hah, Athena?” Tanyaku dalam hati. Tak ingin larut dalam rasa penasaran, aku yang saat itu belum melakukan instalasi aplikasi Freeletics pun dengan cepat langsung melakukan hal yang diinstruksikan oleh coach itu. Alangkah terkejutnya aku ketika sudah memasang aplikasi tersebut dan masuk ke dalamnya. Ternyata aplikasi Freeletics itu menggunakan nama-nama tokoh dalam mitologi Yunani sebagai Signature Workout-nya.

Medusa
Prometheus, Kentauros, Morpheus

Saya pun tersenyum kembali saat membaca nama-nama seperti Medusa, Nemesis, Odysseus, Perseus, Tantalus, Theseus, dan masih banyak lagi. Memori akan kecintaan terhadap mitologi Yunani yang dulu pernah ada pun bangkit kembali sejak itu.

Mengenal Gerakan-gerakan dalam Freeletics dan Cara Mengalahkan Dewa Dewi Yunani

Seperti yang aku ucapkan tadi, aplikasi ini dirancang untuk membuat olahraga menjadi lebih simple dan menyenangkan. Tak ada alasan untuk tidak berolahraga, sebab waktunya bisa kalian yang tentukan sendiri dan gerakannya hanya menggunakan berat badan sendiri.

Lalu gerakan olahraga seperti apa saja sih yang hanya menggunakan berat badan sendiri dan dilakukan pada aplikasi Freeletics ini? Jawabannya banyak banget. Ada lari, lompat, squat, high knees, situps, crunches, dragonflags, supermen, dan favorit saya, burpees, serta masih banyak gerakan lainnya.

Gerakan-gerakan tunggal yang saya sebutkan tadi dimasukkan oleh Freeletics ke dalam bagian yang diberi nama Single Exercises. Jadi pada bagian Single Exercises ini, kalian bisa menentukan target spesifik dari bagian tubuh mana yang ingin kalian bentuk dengan memilih gerakan tunggal tersebut.

Serunya lagi,  tersedia video untuk setiap gerakan tersebut yang jelas dan terperinci. Jadi kalian akan benar-benar dipandu ketika ingin melakukan gerakan tersebut, supaya gerakannya efektif dan tepat sasaran. Kalian pun bisa menentukan ingin melakukan berapa banyak repetisi, yang nantinya repetisi itu akan tercatat dalam histori latihan kalian.

Dari kiri ke kanan:
1. Membuka aplikasi Freeletics
2. Masuk ke menu training dan pilih single exercises untuk melihat daftar gerakan tunggal
3. Daftar gerakan yang ada pada single exercises
4 Daftar gerakan yang ada pada single exercises
Dari kiri ke kanan:
1,2, & 3 merupakan daftar gerakan yang ada pada Single Exercises
4. Tampilan saat memilih salah satu gerakan. Ada repetisi yang bisa dipilih dan poin yang didapat saat melakukan sejumlha repetisi. Tekan start untuk memulai mengerjakan
Dari kiri ke kanan:
1. Mengganti repetisi
2. Papan peringkat (tentunya ini akan ada setelah kalian mem-follow beberapa orang)
3. Uji coba gerakan. Pilih Toe touch Crunches
4. Ada video yang akan menjelaskan bagamiana cara melakukan Toe Touch Crunches
Dari kiri ke kanan:
1. Waktu akan terus berjalan sampai kalian selesai melakukan gerakan dan menekan tombol finish
2. Akan ada penilaian gerakan yang kalia nilai sendiri. APakah kalian merasa tehnik yang kalian lakukan tadi sudah cukup baik atau belum
3. Kalian bisa memberikan testimoni atas geakan tersebut
4. Poin yang akan kalian dapat setelah selesai melakukan gerakan, yang disertai catatan waktu

Selain Single Exercises, ada juga yang namanya Signature Freeletics Workout, aku sudah menyinggung sedikit tentang hal ini. Jadi Signature Freeletics Workout merupakan kombinasi dari gerakan-gerakan yang ada pada single Exercises, yang diatur sedemikian rupa antara durasi dan difficultynya, lalu dimasukkan ke dalam variabel-variabel yang diberi nama sesuai dengan tokoh-tokoh pada mitologi Yunani. Pada bagian inilah kalian bisa melawan dan bertarung melawan Dewa dan Dewi Yunani.

Sampai tulisan ini dirilis, kurang lebih ada  57 tokoh mitologi Yunani yang ada pada Signature Freeletics Workout.

Untuk mengalahkan tokoh-tokoh dalam mitologi Yunani tersebut sangatlah mudah. Kalian hanya perlu memilih tokoh yang ada dalam aplikasi. Menu workout akan langsung keluar saat tokoh tersebut dipilih dan yang perlu kalian lakukan hanya menyelesaikannya sampai akhir.

Ada 1 hal yang saya suka dari aplikasi Freeletics ini yaitu aplikasi ini melibatkan kejujuran si pengguna aplikasi. Ketika kalian memutuskan bertanding dengan salah satu tokoh, sebenarnya yang kalian lawan bukanlah tokoh tersebut melainkan diri kalian sendiri. Tokoh dalam mitologi Yunani itu hanyalah lawan imajiner.

Tidak akan ada yang menilai apakah gerakan kalian benar dan sesuai repetisi saat melakukan gerakan-gerakan yang ada dalam Signature Freeletics Workout. Tidak akan ada yang tahu apakah catatan waktu ketika kalian menyelesaikan workout tersebut adalah catatan waktu yang benar, tanpa melakukan kecurangan sedikit pun. Hanya kalian sendirilah yang tahu dan jika kalian curang, maka diri kalian sendirilah yang akan rugi.

Dari kiri ke kanan:
1. Pilih Workouts untuk melakukan Signature Freeletics Workout
2,3, & 4 merupakan daftar dewa dewi yang bisa kalian lawan. Akan ada catatan waktu terbaik yang muncul di sebelahnama dewa/i pasca kalian selesai mengalahkan mereka
Hijau: Difficulty and Duration
Merah: Nama Dewa
Kuning: Catatan waktu terbaik
Biru: Bagian tubuh yang akan dilatih
Dari kiri ke kanan:
1. Memilih untuk melawan Zeus
2. Gerakan-gerakan yang ada pada Zeus. Kalian juga bisa memilih volume.
3. maksimal volume hanyalah 3x
Kiri: Tampilan saat melawan sang Dewa
Kanan: Catatan waktu dan poin yang akan kalian dapat setelah mengalahkan sang Dewa

Ada hal yang harus diperhatikan sebelum memilih tokoh yang ingin dilawan, yaitu difficulty dan duration. Setiap tokoh memiliki difficulty (tingkat kesulitan) dan duration (durasi) yang berbeda. Ada 3 tingkat kesulitan (mudah, sedang, sulit) dan 3 durasi (singkat, sedang, lama) pada aplikasi Freeletics ini. Semakin besar difficulty-nya maka akan semakin sulit untuk dilakukan dan semakin besar durasinya maka akan semakin lama.

Seperti Zeus contohnya. Dewa terkuat ini memiliki tingkat kesulitan bintang 3 dan durasi bintang 3 juga. Artinya Zeus adalah salah satu yang terberat. Berbeda dengan Herakles yang hanya berdurasi bintang 1 dengan tingkat kesulitan bintang 2, atau Metis yang hanya berdurasi bintang 1 dengan tingkat kesulitan bintang 1 juga. Artinya, Herakles dan Metis itu jauh lebih mudah daripada Zeus untuk ditaklukkan.

Seperti halnya guru matematika saya pernah bilang pada saya ketika ujian, “kerjakanlah yang mudah dulu, baru yang susah,” itu pula yang aku lakukan dan aku sarankan kepada kalian. Tim Freeletics sudah menyusun gerakan-gerakan dalam setiap tokoh dan mengelompokannya berdasarkan durasi dan tingkat kesulitan, maka kerjakanlah yang mudah terlebih dahulu. Kalian tidak akan bisa mengalahkan Zeus dan atau Kentauros sebelum kalian mampu menaklukkan Charon dan atau Demeter.

Morpheus
Dewa Level 1. Pic via Freeletics Bareng
Prometheus
Dewa level 2. Pic via Freeletics Bareng
Kenaturos
Dewa Level 3. Pic via Freeletics Bareng

Coach and Feed

Selain Signature Freeletics Workout, ada beberapa hal lainnya yang saya suka dari aplikasi Freeletics, yaitu Coach and Feed.

Coach ini saya ibaratkan seperti Personal Trainer kalian, namun bentuknya virtual. Coach akan menanyakan pada kalian journey apa yang ingin kalian lakukan. Apakah kalian ingin berlari lebih cepat, berlari lebih jauh, berlatih dengan barbell, memperbesar otot tertentu, mengurangi berat badan, hardcore, dan masih banyak lagi.

Setelah menanyakan tujuan kalian, coach ini akan menyusun program latihan untuk kalian berdasarkan atas jawaban dari pertanyaan yang diajukan selanjutnya seperti seberapa sering berolahraga, berat dan tinggi badan, ingin berolahraga berapa kali seminggu, apakah kalian punya masalah pada bagian tubuh tertentu, apakah ada equipment tambahan untuk latihan, dan banyak lagi.

Coach ini saya ibaratkan seperti Jarvis, yang akan selalu menemani kalian setiap kali kalian latihan. Coach ini pulalah yang akan membantu kalian mengalahkan para dewa dengan program-program yang dibuatnya. Menurut saya, Coach ini jauh lebih mengenal kamu dibanding mantanmu pacar kalian.

Dari kiri ke kanan:
1. Untuk mengaktifkan fitur coach, kalian harus memilih Training Journeys
2. Akan muncul banyak pilihan journey, seeprti lari contohnya.
3. Bila kalian merupakan pemula, saran saya pilihlah yang “Get Started”
4. Kali ini aku akan mencoba untuk Gain Muscle
Dari kiri ke kanan:
1. Setelah memilih mau fokus kemana, coach akan bertanya beberapa hal yaitu banyaknya latihan (hari) dalam 1 minggu, punya perlengkapan tambahan apa saja, dan bagian tubuh mana yang sedang sakit
2. Pilih banyaknya hari dalam seminggu. Maksimal 5 ya, karena badan juga perlu istirahat
3. Silahkan pilih perlengkapan yang ada. Kalau tidak ada, biarkan saja kosong
4. Selalu berlatih dengan aman. Bila ada bagian yang sakit, jangan lupa tandai agar Coach bisa memberikan latihan yang tepat untuk kalian
Dari kiri ke kanan:
1. Akan ada jumlah minggu yang harus kalian selesaikan. Karena aku memilih 4 hari, maka ada 4 program untuk 4 hari dari Coach
2. Misal kalian memilih strength, maka akan muncul jumlah poin yang kalian dapat bial menyelsaikan program hari pertama tersebut. Ada perkiraan waktu dan juga gerakan-gerakan yang harus dilakukan, mulai dari pemanasan hingga pendinginan
3. Bila memilih interval pada nomor 2, maka akan ditunjukkan gerakan apa saja yang ada dalam interval tersebut.
4. Kalau sudah selesai prgram 1 hari itu, maka kalian akan mendapatkan summary-nya

Sedangkan Feed ini sama saja seperti Feed pada Instagram atau Facebook. Kalian bisa melihat aktivitas dari Free Athlete (sebutan untuk pengguna aplikasi Freeletics) yang kalian follow. Kalian bisa saling berteman dengan orang lain yang juga menggunakan aplikasi Freeletics.

Saran saya, follow-lah orang-orang yang sering memainkan aplikasi ini (seperti Dorian). Kenapa? Agar kalian juga terpacu untuk berolahraga. “Wah, si dia hari ini sudah olahraga, sedangkan saya belum. Kalau begitu, saya juga mau berolahraga ah.”

Di feed ini, kalian juga bisa memberikan komentar terhadap gerakan-gerakan yang dilakukan oleh orang yang kalian follow. Bahkan kalian bisa memberikan #clapclap , seperti like pada aplikasi Instagram, kepada mereka yang sudah melakukan gerakan-gerakan yang disediakan pada aplikasi ini.

Kiri: Beginilah penampakan feed
Kanan: Kalian bisa memberikan #clapclap dan juga komentar pada aktivitas seseorang

Dampak

Selama 1 tahun menjadi Free Athlete, sudah banyak hal positif yang saya rasakan. Salah satunya adalah berat badan yang semakin berkurang (menuju ideal. Karena memang itu tujuan utama saya) dan ketahanan tubuh yang semakin meningkat. Otot-otot yang bersembunyi di balik lemak pun sudah tak malu lagi untuk muncul ke publik. Hal ini tentunya diimbangi juga dengan makan makanan yang sehat dan istirahat yang cukup.

Oh ya, saya lupa menjelaskan soal level dan points. Jadi setiap gerakan dalam aplikasi ini, baik itu gerakan tunggal atau Signature Freeletics Workout, memiliki poin yang akan ditambahkan kepada kalian ketika sudah selesai melakukannya. Setiap level memiliki perbedaan jumlah poin yang harus dikumpulkan dan semakin tinggi level kalian, maka akan semakin banyak poin yang harus kalian kumpulkan sebelum naik ke level berikutnya.

Saya rasa sistem kompetisi yang secara tidak langsung dibuat oleh Freeltics inilah yang membuat saya ingin terus dan terus melakukan gerakan-gerakan yang ada di dalam aplikasi ini. Awalnya memang badan saya sakit semua ketika mencoba aplikasi ini untuk pertama kali, tapi lama kelamaan saya bisa menikmatinya, bahkan rindu dengan rasa sakit yang dihasilkan. Kalau tidak melakukan aktivitas Freeletics sepertinya ada yang kurang.

Dan secara sadar atau tidak sadar, dengan mengikuti program yang dibuat oleh Coach, maka kemampuan fisik kalian akan terus bertumbuh dan bertumbuh tanpa kalian sadari. Jangan heran kalau orang-orang sekitar kalian akan terkejut dengan penampilan dan kekuatan kalian,  ketika kalian sudah rutin bertarung melawan para dewa dalam aplikasi ini. Siapkanlah diri kalian agar terbiasa dengan pertanyaan, “Eh, Bagaimana sih kok badanmu bisa berubah jadi bagus begitu? Bagi tipsnya dong.”

Dari kiri ke kanan:
1. Profil kalian. Di sini kalian bisa melihat histori latihan, level kalian, jumlah followers dan sudah berapa banyak gerakan yang kalian lakukan
2. Kalian bisa melihat poin yang dibutuhkan untuk sampai ke level berikutnya. Ada juga sosial media dan berapa lama kalian sudah menjadi Free Athlete.
3. Detil latihan yang kalian lakukan
Hasil latihan selama 11 bulan

*****

Itu tadi sedikit sharing mengenai Freeletics dan testimoni dari saya yang sudah rutin melakukannya. Satu yang perlu diingat, yang ingin menjadi kuat dan mengalahkan Dewa dan Dewi dalam mitologi Yunani ini bukan hanya kalian saja, tapi orang lain juga. Aplikasi ini hanya mengakomodasi kalian untuk mengalahkan mereka dan menjadi kuat. Tapi pertarungan sebenarnya adalah antara kalian dengan orang lain atau bahkan dengan diri sendiri.

Jadi, tertarik mencoba Freeletics dan mengalahkan para dewa?

Catatan

  • Aplikasi Freeletics tersedia dalam 2 versi, gratis dan berbayar. Namun bila ingin mendapatkan fitur Coach dan membuka semua dewa yang ada, maka kalian harus menggunakan yang vers berbayar.
  • Jangan hanya fokus mengejar waktu, tapi fokuslah juga untuk melakukan gerakan yang benar. Sebab tidak ada gunanya selesai dalam waktu yang cepat, tapi gerakan yang dilakukan tidak sesuai dengan standar yang ada.
Facebook Comments Box